Rabu, 07 Desember 2011

KIA ALL NEW RIO

Kia All-New Rio, Indikator Kualitas Baru Korea





PT KIA Motor Indonesia (PT KMI) menepati janjinya meluncurkan tiga varian baru tahun ini. Setelah All New Sportage dan All New Picanto, pada 26 Oktober 2011, PT KMI memperkenalkan All New RIO. Generasi ke empat dari varian model RIO ini pertama kali diperkenalkan di dunia pada Geneva Motor Show. Sebagai penggerak, All New RIO menggunakan mesin Gamma 1.4 liter berbahan bakar bensin 4 silinder. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan tenaga 107 ps pada 6.300 rpm dan torsi 13,8 kg/m pada 4.200 rpm.

Sebelum meluncurkan All-New Rio (1/12), PT KIA Mobil Indonesia (KMI) menyelenggasrakan acara media test drive ke Highland Park, Bogor, (28-29/11). KMI menyediakan 12 unit Rio dengan transmisi manual dan otomatis. Tes bertujuan untuk mengetahui tingkat Noise, Vibration, Harshness (NVH) yang selama ini dinilai sebagai kelemahan mobil asal Korea.


Berdasarkan pengelompokan, KOMPAS.com mendapat jatah mencoba Rio transmisi otomatis dengan 2 orang teman media dan seorang pemandu. Saat mendatangi mobil dengan kaca yang masih polos, muncul kekhawatiran panasnya sorotan matahari dari luar. Ternyata, kekhawatiran tersebut sirna ketika melihat logo 3M melekat di kaca samping. Berarti, kaca sudah dilapisi untuk mengurangi terik sinar matahari yang sampai ke interior mobil.






Eksterior


Melihat desain mobil yang trendi, rasa percaya diri terdongkrak meski kaca transparan. Penampilannya sangat berbeda dengan pendahulunya. All-New Rio tampil lebih gaya dan modern. Hal tersebut tampak dari desain muka yang sudah mencirikan garis tangan Peter Schreyer pada semua produk KIA. Namun di bagian belakang masih terlihat sedikit budaya pendahulunya, sekilas mirip VW Golf dan Polo kendati KIA menilainya mirip dengan New Sportage.


Perubahan desain interior juga sangat mencolok. Paling dominan terlihat pada dasbor, kini tampil lebih moderen. Di bagian tengah dasbor, tersedia head unit yang sudah dilengkapi dengan koneksi Bluetooth, USB dan Aux. Pada setir terdapat tombol yang hanya berfungsi untuk mereset tripmeter. Pada jok belakang, rekan media yang mendudukinya menilai, ruang kakinya termasuk lega. Kendati demikian, pandangan ke samping menurut rekan tersebut sedikit. Pasalnya kaca belakang bidangnya termasuk kecil.


Mesin
Setelah mendapatkan posisi sempurna mengemudi, mesin langsung diaktifkan. Ada perbedaan yang terasa saat mobil mulai menyusuri jalan ibukota menuju Bogor. Ciri mobil Korea terasa mulai sirna seperti getaran mesin yang sudah mulai halus dan juga suara desingan angin saat melintas di jalan tol. Suasana kabin terasa cukup senyap sehingga lantunan musik dapat dinikmati dengan baik.


Performa mesin Gamma 1.4 liter 4-silinder DOHC dengan teknologi katup CCVT mampu memberikan respon putaran bawah (rendah) dan sigap menanggapi pijakan pedal. Ketika masuk tol Jagorawi, kecepatan bisa naik dengan cepat dari mesin yang menghasilkan tenaga maksimal 107 PS. Untuk mendapatkan akselerasi dengan waktu tercepat, paling pas dengan mengandalkan transmisi pada posisi D dibanding menggunakan teknologi sekuensialnya yang disebut KIA "triptonic". Terjadi keterlambatan perpindahan gigi dibandingkan dengan posisi “D” yang berpindah secara otomatis.


Setela mesin, berikutnya Eco mode dijajal yang diklaim mampu memberikan efisiensi bahan bakar saat berkendara. Fitur tersebut aktif jika pedal gas ditekan sekitar 20% atau pada saat mesin bekerja di bawah 2.000 rpm. Indikator Eco akan menyala sebagai tanda bahwa mobil dikemudikan dengan kondisi irit bahan bakar. Tercatat, selama perjalanan dari gerbang tol Bogor menuju lokasi hotel di Ciapus, sejauh 15 km, MID mencatat rata-rata konsumsi bensin mencapai 10,6 km/liter. Angka tersebut merupakan hasil perjalanan dengan kecepatan rata-rata 17 km/jam. Maklum kota Bogor dikenal sebagai "Kota Sejuta Angkot". Kondisi tersebut cukup untuk mewakili kondisi jalan ibukota yang macet, termasuk jalan menanjak dan menurun.


Kenyamanan


Selain kemacetan, rute Empang – jalanan Ciapus termasuk sempit dan bisa dilewati 2 mobil secara berdampingan. Jalan berlubang juga kerap ditemui. Hasilnya, dengan 4 penumpang, ayunan suspensi yang dihasilkan termasuk mantap dan agak keras meski melaju pada kecepatan 30 km/jam. Kendati begitu stabilitas yang dihasilkan terbilang baik. Liukan bodi belakang dapat mudah dikendalikan. Begitu pula saat menikung pada kecepatan 40 km/jam saat kondisi menanjak. Tak kalah penting, penumpang belakang masih merasakan kenyamanan dan tidak mual saat mobil dipaksa bermanuver cepat.


Sumber : otomotif.kompas.com



PT KMI menyediakan dua pilihan transmisi: automatic (triptonic) dan manual (enam-percepatan). Selain itu, All New RIO juga dilengkapi dengan ECO Mode, yang membantu tingkat efisiensi bahan bakar. PT KMI mengklaim konsumsi bahan bakar All New RIO adalah 14-18 km untuk 1 liter bahan bakar.
DAPTKAN PAKET MENARIK KAMI DP MULAI DARI 2O% / ANGSURAN 2 JUTAAN TERIMA CASH, CREDIT, TUKAR TAMBAH SEMUA MERK. PROSES CEPAT DATA PASTI DI BANTU

JADIKAN ANDA YANG PERTAMA BAGI ORANG2 DI SEKITAR ANDA !!!

info tes drive hub : nursajidin 02194417000 - 087876782745 - 085882819000


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar